Loading...

Perkuat Jejaring dengan Stakeholder di Lingkup Madrasah, IAT Laksanakan PKM Tematik Seputar Tafsir dan AI

Diterbitkan pada
18 Juni 2026 16:14 WIB

Baca

Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Penguatan Mutu Berbasis Program Studi Pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlokasi di MAN 3 Boyolali yang secara administratif masuk wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini hampir sama dengan Pengabdian yang diikuti oleh 30 orang dari berbagai latar belakang seperti Guru MAN 3 Boyolali dan komite sekolah.

Gagasan yang mendasari penguatan mutu berbasis prodi IAT disesuaikan dengan kebutuhan serta sasaran penguatan mutu berbasis prodi. Tema yang diangkat dalam kesempatan kali ini adalah Optimalisasi Stakeholeder Dalam Mewujudkan Tantangan Tafsir di Era Artificial Intelligence. Acara Penguatan Mutu Berbasis Prodi di hadiri oleh tim pelaksana yang terdiri dari Prof. Dr. Islah, M.Ag, Prof. Dr. H. Abdul Matin, Lc., M.Ag, Dr. Hj. Ari Hikmawati, S.Ag., M.Pd dan Nurul Aulia, M.H. Proses acara berlangsung 2 jam dari jam 10.00-12.00 WIB.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC Nurul Aulia, M.H dilanjutkan dengan pembukaan. Dalam sambutannya Dr. Hj. Ari Hikmawati, S.Ag., M.Pd selaku Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir beliau menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran tafsir, serta pentingnya merespons tantangan zaman dalam pengembangan keilmuan tafsir. Hadir pula Kepala Sekolah MAN 3 Boyolali Dr. Ngatiman, M.Pd.I beliau menekankan kerjasama ini menjadi langkah konkret dalam membangun jembatan antara keilmuan Madrasah Aliyah dan akademik universitas, dua tradisi keilmuan Islam yang saling melengkapi. Madrasah Aliyah sebagai bagian dari rumpun Pendidikan di bawah naungan Kemeterian Agama (Kemenag), keduanya berkolaborasi untuk memajukan kualitas Pendidikan, keagamaan, dan sosial di masyarakat.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Islah, M.Ag menjelaskan mengapa harus kuliah di Prodi IAT? Menjawab tantangan zaman dengan nilai Qur’ani. Prodi IAT Adalah jantug keilmuan Islam di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTKIN). Disinilah wahyu dipelajari secara mendalam, ditafsirkan secara metodologis dan dihadirkan sebagai solusi nyata bagi kehidupan modern. Memilih IAT bukan sekedar memilih jurusan tapi sebuah keputusan strategis yang memadukan kompetensi akadmeik dnegan nilai spiritual yang langka dan dibuuthkan zaman. Narasumber kedua Prof. Dr. H. Abdul Matin, Lc., M.Ag menjelaskan Artifical Intelegence sebagai alat bantu memahami bukanpengganti otoritas keilmuan dan tanggung jawab syar’i. Beliau juga menyampaikan bagaimana AI dapat menjadi sarana bantu dalam analisis teks tafsir namun juga berpotensi menimbulkan bias serta menyoroti perlunya kebijakan akademik untuk mengatur penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian tafsir dan menekankan perlunya etika dalam penggunaan teknologi. Beberapa pertanyaan dan diskusi muncul, diantaranya adalah tentang konsep waliyullah dalam tafsir dan otoritas  AI dalam memahami makna syafaat secara kontekstual dari Al-Qur’an.

Para narasumber memberikan tanggapan bahwa AI bersifat membantu, bukan menggantikan otoritas keilmuan. Diperlukan kurikulum adaptif dan pelatihan bagi guru dalam penggunaan teknologi secara bertanggung jawab karena AI adalah alat bantu, bukan pengganti, diperlukan kebijakan mutu berbasis teknologi dalam Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut diharapkan ada penyusunan pedoman penggunaan AI di lingkungan akademik.