Loading...

ALIYA SAVANA AMANULLAH, MAHASISWI PRODI ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR FUD UIN RADEN MAS SAID, TERBITKAN KITAB DENGAN TEMA AL-QUR’AN DAN SAINS BERBAHASA INGGRIS

Diterbitkan pada
3 Februari 2026 21:21 WIB

Baca

WhatsApp Image 2026-02-03 at 21.09.54

 

Surakarta, 3/2/2026 — Tradisi keilmuan Islam yang berpadu dengan kecanggihan ilmu pengetahuan modern kembali menemukan momentumnya melalui karya mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta. Aliya Savana Amanullah, yang tercatat sebagai mahasiswi semester 8 Prodi ini berhasil menerbitkan satu buku ilmiah tentang Sains dan Al-Qur'an berbahasa Inggris berjudul Divine Signs and Scientific Realities. Buku ini memperlihatkan adanya integrasi Al-Qur’an dengan temuan sains modern.

Buku setebal kurang lebih 200 halaman ini mengulas berbagai ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang fenomena alam, kosmos, kehidupan, dan hukum-hukum penciptaan. Aliya memadukan pendekatan tafsir Al-Qur’an dengan disiplin ilmu modern seperti astronomi, biologi, fisika, dan geologi, tanpa melepaskan akar metodologi keilmuan Islam. Rujukan utama dalam kitab ini meliputi tafsir klasik, modern dan kontemporer para ulama tafsir serta banyak jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Keistimewaan kitab ini tidak hanya terletak pada kedalaman analisisnya, tetapi juga pada cara penyajiannya yang sistematis dan komprehensif. Aliya melengkapi pembahasan dengan ilustrasi komik edukatif yang ia gambar sendiri. Keunikan itu kemudian menjadikan kitab ini ramah bagi pembaca lintas latar belakang baik akademik. Pendekatan ini menunjukkan adanya kemampuan penulis dalam menjembatani dunia akademik dengan metode komunikasi keilmuan yang kreatif dan kontekstual.

Buku Divine Signs and Scientific Realities telah ber-ISBN 9786028 552363 pada penerbit Raudlatul Muhibbin Pers. Berbagai data lapangan dari buku didapatkan melalui perjalanan lintas negara, termasuk di Thailand dan Malaysia. Hal ini menandai pengakuan awal komunitas ilmiah internasional terhadap kualitas dan relevansi karya tersebut, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi diskursus Al-Qur’an dan sains di tingkat global.

Prestasi Aliya tidak berhenti pada karya tulis. Ia tercatat meraih Juara 3 Musabaqah Khattil Qur’an Piala Rektor 2024 serta Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Cabang Tafsir Tingkat Kota Surakarta 2025. Di bidang pengabdian, Aliya aktif sebagai Da’i Kota Surakarta di bawah pembinaan BAZNAS Kota Surakarta pada tahun 2024, menunjukkan keseimbangan antara kapasitas intelektual dan komitmen dakwah sosial.

Selain keunggulan di bidang keilmuan Al-Qur’an, Aliya juga memiliki kompetensi bahasa yang kuat. Ia menguasai bahasa Arab secara aktif sebagai bahasa kajian utama, serta berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris dan bahasa Prancis, sebuah bekal penting yang menopang aktivitas akademik, dakwah, dan interaksi ilmiah di tingkat internasional.

Pada tingkat internasional, Aliya terpilih mengikuti Community Service Program Internasional di Thailand selama tiga bulan pada tahun 2025 sebagai perwakilan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD). Program ini memperkuat pengalamannya dalam dakwah lintas budaya sekaligus memperluas jejaring akademik dan sosial di kawasan Asia Tenggara.

Akar keilmuan Aliya tumbuh kuat di lingkungan pesantren. Ia merupakan santri Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al-Mustainiyyah Surakarta, dengan capaian menghafalkan Jurumiyah, Imrithi, Taqrib, dan 1.002 nadhom Alfiyyah Ibnu Malik. Kitab-kitab dasar sampai kitab dengan tingkatan tertinggi telah dikhatamkan, antara lain, Fathul Qorib, Fathul Muin, Jauharul Maknun, serta kitab lainnya. Kepakarannya di bidang bahasa Arab ditunjukkan melalui aktivitas mengajar kitab Zadus Sālik Syarah Alfiyyah Ibnu Malik dalam disiplin Nahwu dan Shorof di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta.

Komitmen mendalam terhadap Al-Qur’an tercermin dari capaian hafalan 30 juz, serta keberhasilannya menyelesaikan ujian 30 Juz sekali duduk dan lulus ujian kitab pada Januari 2026 lalu, dengan sebagian surah diuji menggunakan metode Qirā’ah Sab’ah pada juz 30. Hal ini menegaskan bahwa karya yang ia hasilkan bukan sekadar produk akademik, melainkan buah dari riyadhah ilmiah dan spiritual yang panjang.

Melalui terbitnya Divine Signs and Scientific Realities, Aliya Savana Amanullah menghadirkan contoh nyata integrasi antara wahyu, akal, dan realitas zaman. Karya ini diharapkan tidak hanya membuktikan bahwa keilmuan Islam bersifat integratif, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda Muslim untuk berani berkarya, menembus batas bahasa dan negara, serta mengabdikan ilmu demi kemaslahatan umat dan peradaban.